Bahaya Tekanan Gula Darah yang Kelewat Rendah

Jakarta, Selama ini orang lebih banyak fokus pada masalah kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) karena bisa memicu beberapa komplikasi dalan jangka panjang. Tapi memiliki tekanan gula darah yang rendah juga bisa berbahaya bagi pasien karena bisa menyebabkan dirinya mengalami koma (hilang kesadaran).

Orang yang memiliki penyakit diabetes berisiko mengalami serangan hipoglikemia (tekanan gula darah yang rendah). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Inggris, dari 2.000 pasien penderita diabetes tipe 2 hampir 50 persen pernah mengalami gejala hipoglikemia.

Para ahli mengatakan bahwa obat yang biasa digunakan untuk pasien diabetes tipe 2 seperti sulphonylureas bisa memicu hipoglikemia. Survei yang dilakukan terakhir lebih memfokuskan pada serangan hipoglikemia yang kecil atau sedang. Biasanya ditandai dengan perasaan gemetar, berkeringat, perih pada mulut, pusing, perasaan linglung dan jantung berdetak keras.

Pasien yang pernah mengalami serangan hipoglikemia seperti itu melaporkan bahwa mereka setidaknya harus beristirahat minimal satu hari, sedangkan keluhan lainnya adalah mengganggu kemampuannya beraktivitas seperti bekerja, aktivitas sosial, olahraga dan tidur.

Biasanya penyebab seseorang mengalami hipoglikemia adalah penggunaan obat diabetes yang berlebihan, kurang mengonsumsi makanan yang manis, asupan karbohidrat yang kurang, melakukan aktivitas yang berlebihan dan mengonsumsi alkohol tanpa adanya makanan yang masuk ke tubuh.

“Siapapun yang sering mengalami gejala tersebut, harus rajin memeriksakan kadar gula darahnya. Jika memungkinkan sebaiknya memberikan nasihat yang lebih baik mengenai cara mengelola diri yang benar atau dengan menurunkan dosis obatnya,” ujar Simon O’Neill, Ketua Diabetes Care Inggris, seperti dikutip dari BBC, Senin (5/10/2009).

Orang yang mengalami hipoglikemia, sebaiknya segera diberikan sesuatu yang manis agar kadar gula darah dalam tubuhnya cepat meningkat. Karena jika tidak bisa mengganggu tingkat kesadaran seseorang dan akibat yang paling buruknya adalah bisa menyebabkan kerusakan otak.

Penderita diabetes memang harus membatasi mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gula, tapi bukan berarti menghindari sama sekali. Karena obat-obatan yang dikonsumsi juga bisa menurunkan kadar gula dalam darah. Jadi, hal terpenting adalah mengerti bagaimana cara mengatur kadar gula darah dalam tubuhnya agar tidak berlebihan (hiperglikemia) atau justru rendah (hipoglikemia).

Source : Vera Farah Bararah – detikHealth

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: