Mengatasi Perilaku Anak yang Bossy

Jakarta, Banyak anak bertingkah layaknya seperti bos atau suka memerintah yang dilakukannya kepada orangtua, kakak atau teman sebayanya. Meskipun terlihat alami dan jujur, tapi perilaku yang suka memerintah (bossy) ini tidak bisa ditoleransi.

Beberapa anak memang ada yang terlahir dengan memiliki kepribadian yang kuat, bukan karena didikan orangtua tapi memang dasar dari anak tersebut. Perilaku yang suka memerintah bisa jadi merupakan refleksi dari kepribadian yang kuat tersebut.

Jika sifat yang suka memerintah sudah ada sejak kecil, maka akan terbawa terus hingga sang anak memasuki usia sekolah. Ketika bersekolah anak berusaha untuk mencari teman, namun jika sifat tersebut tidak berubah maka anak akan mengalami kesusahan untuk bisa mendapatkan teman. Dan hal ini bisa memicu anak melakukan kekerasan agar bisa mendapat perhatian atau bisa diterima.

Memiliki anak yang suka memerintah bukanlah akhir dari segalanya, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang suka memerintah, seperti dikutip dari Indiaparenting, Jumat (11/9/2009):

1. Jika anak berperilaku suka memerintah terhadap orangtua, teman atau orang yang lebih tua, jangan memberikan reaksi apapun baik tertawa ataupun memarahinya. Tetaplah tenang dan katakan padanya untuk mengulangi permintaannya dengan cara yang lebih sopan.

2. Jangan melakukan apapun untuknya jika anak meminta sesuatu. Ini penting agar anak mengerti bahwa dirinya bukanlah bos yang bisa memerintah orang sesuka hatinya, terutama kepada orangtua.

3. Mengawasi kegiatan sosialnya dengan bergabung bersama teman-teman dan orangtua lainnya.

4. Jika anak mau berbagi mainan dengan temannya secara sopan, berilah pujian atas perilaku baiknya tersebut.

5. Jika anak menunjukkan sikap suka memerintah di depan teman-temannya, maka beritahu dengan cara membisikkannya bukan memarahinya.

6. Jika anak tetap pada sikapnya setelah diperingati, jauhkan dia dari teman-temannya dan katakan bahwa orangtua akan membawanya pulang jika anak tidak berperilaku baik.

7. Mengajaknya permainan yang tidak kompetitif di rumah dan ajaklah anak untuk masuk pada salah satu tim olahraga.

8. Jika anak ditinggalkan oleh teman-temannya, jangan terlalu bersimpati. Sebaliknya cobalah untuk membantunya mengatasi kelakuan tersebut.

9. Cobalah untuk membuat anak terbuka terhadap orangtuanya, sehingga orangtua bisa mengetahui apa yang menjadi pemicu perilaku anak yang suka memerintah tersebut.

Vera Farah Bararah – detikHealth

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: