Bakteri Mulai Tak Takut Antibiotik

Jakarta, Pasien yang mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter banyak yang tidak bisa langsung sembuh sakitnya. Bukan obatnya yang salah tapi memang kini ditemukan bakteri mulai tak takut terhadap antibiotik.

Orang awam umumnya percaya jika antibiotik yang diminum sudah tidak manjur itu karena badannya sudah resisten akibat pola konsumsi antibiotik di masa lalu tidak pernah dihabiskan.

Tapi peneliti dari New York University menemukan tidak mempannya pasien terhadap antibiotik karena bakteri mulai kebal saat si bakteri memproduksi enzim oksida nitrat.

Peneliti mengatakan bahwa bakteri menghasilkan beberapa produksi enzim oksida nitrat sehingga kebal dengan antibiotik. Enzim tersebut menghambat mekanisme pertahanan yang diberikan oleh antibiotik dalam melawan infeksi yang berbahaya.

“Perkembangan obat terbaru untuk melawan bakteri yang resistan terhadap antibiotik seperti MRSA menjadi rintangan yang besar, karena dihubungkan dengan pengeluaran yang besar dan isu keamanan,” ujar Evgeny Nudler dari NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Newsdaily, Minggu (13/9/2009).

Nudler dan tim menemukan bahwa banyak antibiotik bisa membunuh bakteri melalui produksi partikel berbahaya yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, atau dengan kata lain disebut oxidative stress.

“Antibiotik yang masuk ke tubuh menyebabkan bakteri memproduksi oksigen reaktif yang banyak, sehingga merusak DNA serta bakteri tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya mati,” lanjut Nudler.

Peneliti menemukan bahwa oksida nitrat bisa melindungi bakteri melawan oxidative stress. Bakteri memproduksi oksida nitrat agar bisa resistan atau kebal terhadap antibiotik. Mekanisme pertahanan ini bisa diaplikaskan secara luas pada berbagai jenis antibiotik, sehingga satu bakteri bisa kebal terhadap berbagai macam antibiotik yang dikonsumsi.

Saat ini banyak perusahaan farmasi mulai melakukan pengujian terhadap berbagai komposisi untuk menurunkan jumlah oksida nitrat yang disebut dengan senyawa oksida nitrat sintase. Senyawa ini nantinya bertindak sebagai inhibitor dan digunakan sebagai obat anti peradangan.

Peneliti berharap dengan adanya senyawa ini bisa digunakan untuk mengurangi jumlah oksida nitrat yang dihasilkan oleh bakteri, serta mengurangi kemampuan bakteri untuk melawan antibiotik. Ini berarti peneliti tidak perlu mencari antibiotik yang baru lagi.

Vera Farah Bararah – detikHealth

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: