<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tikotea's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tikotea.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tikotea.wordpress.com</link>
	<description>Just another weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Aug 2008 16:10:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tikotea.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/766bafa8df9c0b0324677eed14de27de?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tikotea's Weblog</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>9 Rambu Menjemur Bayi</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/9-rambu-menjemur-bayi/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/9-rambu-menjemur-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 16:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Berjemur 15 menit dipagi hari akan memberi begitu banyak manfaat bagi bayi. Jadi  tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Ayo! Loh bayiku kan tidak kuning, jadi untuk apa dijemur? Mungkin Anda bertanya  seperti itu dalam hati. Namun, simaklah manfaatnya. Memang benar, sinar matahari  pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=44&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berjemur 15 menit dipagi hari akan memberi begitu banyak manfaat bagi bayi. Jadi  tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Ayo! Loh bayiku kan tidak kuning, jadi untuk apa dijemur? Mungkin Anda bertanya  seperti itu dalam hati. Namun, simaklah manfaatnya. Memang benar, sinar matahari  pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi kuning. Namun,  sinar matahari pagi juga tetap membawa segudang manfaat bagi bayi-bayi sehat.<br />
<span id="more-44"></span><br />
Bayi baru lahir, umumnya memiliki kecenderungan kuning karena organ hatinya  belum berfungsi sempurna dalam mengolah bilirubin. Ini yang dinamakan kuning  fisiologis. Nah, sinar matahari pagi memiliki spektrum sinar biru yang  bermanfaat mengurangi kadar bilirubin dalam darah.</p>
<p>Kegunaan sinar matahari pagi Berikutnya adalah menghangatkan tubuh bayi  sekaligus membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokannya. Alhasil, suara  ngrok-ngrok napas bayi, terutama yang berbakat alergi, dapat dikurangi. Apalagi  kalau sambil dijemur dalam posisi telentang, dada bayi&#8211;dari bagian bawah menuju  ke leher&#8211;ditepuk-tepuk dengan lembut.</p>
<p>Jangan lupa, sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan vitamin D dalam  tubuh. Vitamin ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium agar mudah  terserap ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang. Paparan  yang dibutuhkan tak perlu lama, cukup sekitar 15 menit pada pagi hari.</p>
<p>Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dan menghindari bayi dari dampak yang  tidak diinginkan ada 9 rambu yang sebaiknya dicermati saat menjemur bayi. Apa  saja itu?</p>
<p><strong>1. Pilih waktu yang tepat</strong><br />
Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah pagi hari antara pukul  07.00-08.00 selama kurang lebih 15 menit. Jangan terlalu lama karena kulit bayi  masih sensitif dan Jangan menjemur si kecil lebih dari pukul 08.00. Paparan  sinar mentari menjelang siang hari mengandung sinar ultraviolet A dan B yang  dapat merusak membran kulit sehingga menyebabkan kulit merah dan terbakar serta  merusak mekanisme regenerasi sel.</p>
<p><strong>2. Tidak menggunakan baju </strong><br />
Menjemur bayi dalam keadaan dada telanjang (hanya menggunakan celana/popok saja) dan bolak balikkan tubuhnya. Dengan begitu tak hanya bagian dada saja yang  disinari matahari, namun juga bagian punggungnya. O, iya, perhatikan mata.  Usahakan mata si kecil membelakangi pancaran sinar matahari untuk menghindari  risiko rusaknya lensa dan retina matanya.</p>
<p><strong>3. Pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka</strong><br />
Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari  langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari, juga  sudah memenuhi syarat kok. Bila cuaca sedang berangin, jemurlah si kecil di  dalam ruangan (berkaca). Asal kacanya bening, bayi masih dapat menikmati  pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan.</p>
<p><strong>4. Tidak ada batasan usia</strong><br />
Mengingat begitu banyak manfaat yang diperoleh, tak ada batasan usia untuk  menjemur bayi di pagi hari. Umumnya bayi baru lahir sampai usia 1 minggu secara  rutin dijemur demi mencegah/mengurangi tingginya kadar bilirubin. Namun bila  setelah itu kebiasaan menjemur ini terus berlangsung juga tidak akan ada  ruginya. Sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk  pembentukan tulang. Asal tahu saja, pembentukan tulang akan terus berlangsung  hingga usia 20 tahun.</p>
<p><strong>5. Waspadai bila bayi sensitif</strong><br />
Bayi fotosensitif sebaiknya tidak terpapar sinar matahari karena kulitnya sangat  sensitif. Menjemurnya hanya akan menimbulkan bercak-bercak meral pada kulit.</p>
<p><strong>6. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur</strong><br />
Bayi prematur pun disarankan untuk tidak dijemur, apalagi pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Pada waktu itu bayi yang dilahirkan kurang bulan ini masih membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, is mesti mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar. Ini dapat membahayakan keselamatannya.</p>
<p><strong>7. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur </strong><br />
Hindari meninggalkan bayi sendirian ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk  melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Umpama, melakukan pijat bayi.  Gunakan baby oil kala memijat. Minyak ini juga dapat sekaligus melindungi kulit  dari kekeringan ketika dijemur.<br />
Kalaupun pijat bayi tidak memungkinkan, ajaklah si kecil berbicara (Jangan lupa  untuk melakukan kontak mata dengannya). Memang sih is belum mengerti obrolannya  dengan Anda namun sebaaknya komunikasi seperti ini akan membuat hubungan antara  Anda dan si kecil makin lekat. O, ya sambil ngobrol, beri is belaian lembut.  Meski gerakan ini begitu sederhana namun manfaatnya amat besar yakni dapat  membentuk rasa aman pada bayi yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya  kelak.</p>
<p><strong>8. Bersih-bersih bisa lebih detil </strong><br />
Jadwal menjemur bayi umumnya dilakukan sebelum is mandi. Gunakan momen ini untul  melakukan kegiatan bersih-bersih dengan lebih detail. Misal dengan membersihkan  bagian tubuh bayi yang kerap terlewat&#8212;seperti lipatan di sekitar daun telinga,  paha dan tangan bayi&#8212;dengan kapas yang ditetesi baby oil. Setelah kotorannya  terangkat, bayi bisa segera dimandikan.</p>
<p><strong>9. Hati-hati hipertemi</strong><br />
Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika  kelamaan bayi dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu  ideal bayi antara 36,5-37,5 C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan  gangguan pada fungsi metabolisme tubuh bayi, otak dan juga fungsi organ lainnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=44&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/9-rambu-menjemur-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartu Kredit</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/kartu-kredit/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 16:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda memerhatikan lembar penagihan kartu kredit? Jika tidak, mulai  sekarang coba cermati agar Anda tidak mengeluarkan uang yang sebenarnya tak  perlu.
1. Tanggal Pembayaran
Memang ada bank yang langsung menambah limit sesuai dengan jumlah pembayaran  usai Anda membayar. Namun, ada yang baru membukukan pembayaran esoknya (perlu  waktu satu hari kerja). Buat Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=42&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernahkah Anda memerhatikan lembar penagihan kartu kredit? Jika tidak, mulai  sekarang coba cermati agar Anda tidak mengeluarkan uang yang sebenarnya tak  perlu.<br />
<span id="more-42"></span><strong>1. Tanggal Pembayaran<br />
</strong>Memang ada bank yang langsung menambah limit sesuai dengan jumlah pembayaran  usai Anda membayar. Namun, ada yang baru membukukan pembayaran esoknya (perlu  waktu satu hari kerja). Buat Anda yang suka membayar tagihan tepat pada saat  jatuh tempo, ini kurang menguntungkan. Anda bisa dianggap melewati waktu jatuh  tempo dan bisa dikenai penalti atau bunga lebih tinggi.</p>
<p><strong>Solusi:</strong> Lakukan pembayaran setidaknya 8 hari sebelum jatuh tempo. Ini  untuk menghindari pembukuan pembayaran yang butuh waktu 2-5 hari kerja.</p>
<p><strong>2. Jatuh Tempo<br />
</strong>Menurut aturan, lembar penagihan seharusnya dikirim dua minggu sebelum  tanggal jatuh tempo. Namun, terkadang datang beberapa hari menjelang jatuh tempo  atau malah terlambat. Pihak penerbit kartu kredit bisa sewaktu-waktu mengubah  tanggal jatuh temponya.</p>
<p><strong>Solusi:</strong> Segera buka lembar penagihan ketika Anda menerimanya. Lebih mudah  jika Anda mendaftarkan diri di situs kartu kredit Anda. Jadi, Anda bisa mengecek  tagihan, tanggal jatuh tempo, dan pemakaian setiap saat tanpa harus menunggu  datangnya tagihan.</p>
<p><strong>3. Jumlah Besar<br />
</strong>Anda pasti sudah tahu bahwa jika pemakaian kartu kredit selalu besar dan  tidak langsung dilunasi, bunga yang dibebankan pun juga besar. Pihak penerbit  kartu kredit sewaktu-waktu dapat menaikkan bunga kepada Anda yang tidak pernah  membayar lunas pemakaian itu. Jika Anda terlambat membayar tagihan, pihak  penerbit berhak menaikkan bunga.</p>
<p><strong>Solusi:</strong> Hindari pemakaian dalam jumlah besar jika Anda tak mampu segera  melunasinya. Usahakan selalu membayar lunas pemakaian Anda setiap bulan sehingga  bunga 3 persen atau lebih tak jadi masalah.</p>
<p><strong>4. Mengabaikan Kesalahan<br />
</strong>Jika Anda menemukan transaksi yang tidak pernah Anda lakukan di lembar  penagihan, meski sedikit, segera laporkan secara tertulis melalui fax atau surat  paling lambat 30 hari sejak tanggal penagihan. Jika Anda tak menyanggah  transaksi itu atau hanya memberitahukannya lewat call center, transaksi akan  dianggap benar dan tetap ditagihkan.</p>
<p><strong>Solusi:</strong> Usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan pihak penerbit kartu  kredit secara tertulis. Simpan bukti pengiriman surat, fax, atau e-mail secara  tertulis itu sebagai bukti.</p>
<p>Meski disarankan tidak membayar lebih, jangan pula membayar sesuai pembayaran  minimum di tagihan. Pasalnya, kita dibebankan sejumlah biaya saat pembayaran,  seperti biaya transfer via ATM dan bea meterai lunas.</p>
<p>Jika Anda membayar pas, setelah dipotong biaya tadi, maka uang yang dibayar  tidak lagi sesuai pembayaran minimum. Kekurangan ini akan masuk ke tagihan  berikut dan pasti kena bunga. Bayangkan jika ini terjadi selama beberapa bulan.  Biaya yang keluar jadi lebih besar. Biaya yang sebenarnya bisa Anda pakai untuk  belanja.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=42&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesempatan Jadi Bos bagi Wanita Lajang</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/kesempatan-jadi-bos-bagi-wanita-lajang/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/kesempatan-jadi-bos-bagi-wanita-lajang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 15:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Masa lajang adalah saat yang tepat menggenjot semangat untuk meraih impian  karier yang diinginkan. Ada banyak keuntungan mengapa masa lajang adalah  kesempatan emas Anda.
1. Lebih Fokus
Anda dapat lebih fokus mengerjakan pekerjaan, pikiran tidak bercabang ke  mana-mana. Tidak harus memikirkan suami dan anak di rumah serta persoalan rumah  tangga lainnya. Hal-hal seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=38&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masa lajang adalah saat yang tepat menggenjot semangat untuk meraih impian  karier yang diinginkan. Ada banyak keuntungan mengapa masa lajang adalah  kesempatan emas Anda.</p>
<p><span id="more-38"></span><strong>1. Lebih Fokus<br />
</strong>Anda dapat lebih fokus mengerjakan pekerjaan, pikiran tidak bercabang ke  mana-mana. Tidak harus memikirkan suami dan anak di rumah serta persoalan rumah  tangga lainnya. Hal-hal seperti ini sering kali menjadi kendala bagi yang telah  berkeluarga.</p>
<p><strong>2. Lembur Suka-Suka<br />
</strong>Coba bayangkan jika Anda telah berstatus istri, Anda pastinya tidak akan  enak hati pada orang rumah kalau sering lembur. Beda dengan sekarang, mau kerja  dari pagi hingga pagi lagi juga tidak masalah.</p>
<p><strong>3. Bebas Jadi Kutu Loncat<br />
</strong>Saat memutuskan pindah kerja, banyak hal yang mesti dipertimbangkan, karena  Anda punya keluarga. Sering kali mereka yang telah menikah memilih end up di  suatu perusahaan, daripada harus mencoba tempat baru yang belum jelas masa  depannya. Sementara Anda, punya nyali lebih besar untuk mencoba karier baru,  bisa jadi kutu loncat demi karier yang lebih baik.</p>
<p><strong>4. Cepat Ambil Keputusan<br />
</strong>Ketika ditawari kesempatan emas dan tak punya waktu banyak untuk berpikir,  Anda dapat dengan cepat menyabetnya saat itu juga. Tanpa perlu pulang ke rumah  atau menelepon pasangan terlebih dulu untuk meminta pendapatnya.</p>
<p><strong>5. Leluasa Bikin Rencana Karier<br />
</strong>Anda juga bisa membuat rencana karier yang lebih fokus, target satu dan tiga  tahun ke depan, dan seterusnya. Kalau sudah menikah, rencana karier Anda mungkin  harus disesuaikan dengan pasangan. Dan kesibukan urusan rumah tangga membuat  Anda kurang punya waktu memikirkan semuanya secara detail.</p>
<p><strong>6. Bisa Bawa Kerjaan ke Rumah<br />
</strong>Saat pekerjaan tak selesai, Anda masih bisa memboyong berkas-berkas dan  menyelesaikannya lagi di rumah. Meski bekerja di rumah, Anda tetap bisa  berkonsentrasi, karena tak diganggu pasangan atau kewajiban-kewajiban Anda  sebagai istri.</p>
<p><strong>7. Bisa Ditempatkan di Mana Saja<br />
</strong>Saat ditawarkan kesempatan kerja ke luar daerah untuk waktu yang lama, Anda  tak perlu memusingkan izin pasangan. Kalau Anda sudah punya &#8220;buntut&#8221;, Anda juga  mesti memikirkan sekolah dan adaptasi mereka, dan sebagainya.</p>
<p><strong>8. Siap Dinas Luar Setiap Saat<br />
</strong>Ketika perusahaan butuh seseorang yang bisa ditugaskan dinas ke luar kota  hari itu juga, Anda pasti yang jadi pilihan pertama. Pasalnya, Anda tidak perlu  izin pasangan atau mempertimbangkan tugas dan tanggung jawab sebagai istri di  rumah.</p>
<p><strong>9. Dapat Sekolah Setinggi-Tingginya<br />
</strong>Anda mungkin punya keinginan meneruskan sekolah setinggi-tingginya, tapi  rencana itu sering buyar karena kesibukan Anda di rumah. Sebaliknya, saat masih  lajang, kesempatan itu terbuka lebar. Anda punya banyak waktu untuk bersekolah  lagi.</p>
<p><strong>10. Selalu Jadi Pilihan Pertama<br />
</strong>Perempuan karier yang masih lajang, punya banyak kesempatan berkembang,  karena biasanya jadi pilihan utama ketika ada peluang. Ketika ada promosi  jabatan, status karyawan kadang jadi bahan pertimbangan. Apalagi jika posisi  yang ditawarkan menuntut konsentrasi tinggi.</p>
<p><strong>11. Bisa Berkorban demi Pekerjaan<br />
</strong>Hidup para lajang biasanya dekat dengan pekerjaan. Anda tak keberatan bila  kehidupan pribadi dikorbankan demi pekerjaan. Anda dapat mengerahkan tenaga dan  pikiran untuk menyelesaikan proyek dan membuat atasan terkesan.</p>
<p><strong>12. Aktif di Kantor<br />
</strong>Mereka yang masih lajang mempunyai kesempatan untuk membangun networking  seluas-luasnya. Salah satunya dengan aktif di kegiatan kantor. Coba kalau Anda  sudah berkeluarga, Anda pasti sudah tidak punya waktu mengurusi hal-hal seperti  itu.</p>
<p><strong>13. Tidak Sering Mangkir<br />
</strong>Anda tak sering ambil cuti, mangkir atau terlambat ke kantor karena urusan  keluarga, suami sakit, tak ada pembantu atau harus mengantar anak ke sekolah.  Jangan anggap kerajinan Anda ini sia-sia, lho. Di mata atasan, kerajinan Anda  masuk kantor, juga jadi penilaian positif untuk memuluskan karier.</p>
<p><strong>14. Dapat Ambil Lebih dari Satu Tanggung Jawab<br />
</strong>Karena waktu yang lebih lapang dari mereka yang berkeluarga, Anda dapat  mengambil lebih banyak tanggung jawab pekerjaan. Apa yang Anda lakukan ini  dinilai oleh atasan dan dijadikan bahan pertimbangan yang dapat mendongkrak  karier.</p>
<p>Sumber : Kompas.co.id</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=38&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/kesempatan-jadi-bos-bagi-wanita-lajang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan Sesuai Impian</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/pernikahan-sesuai-impian/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/pernikahan-sesuai-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 15:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya, yang dibutuhkan untuk membuat perkawinan menyenangkan dan  membahagiakan adalah kreativitas dan niat tulus. Apa saja yang harus Anda  lakukan agar perkawinan bisa langgeng dan bahagia ?

Berbagi rasa, harapan dan mimpi 
Banyak-banyaklah berbagi waktu dan berbagi rasa dengan pasangan. Dengan  begitu, Anda berdua masing-masing akan tahu apa saja harapan dan mimpi pasangan.
Dilarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=36&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sesungguhnya, yang dibutuhkan untuk membuat perkawinan menyenangkan dan  membahagiakan adalah kreativitas dan niat tulus. Apa saja yang harus Anda  lakukan agar perkawinan bisa langgeng dan bahagia ?<br />
<span id="more-36"></span><br />
<strong>Berbagi rasa, harapan dan mimpi </strong></p>
<p><strong></strong>Banyak-banyaklah berbagi waktu dan berbagi rasa dengan pasangan. Dengan  begitu, Anda berdua masing-masing akan tahu apa saja harapan dan mimpi pasangan.</p>
<p><strong>Dilarang menang sendiri<br />
</strong></p>
<p>Cobalah cari penyelesaian yang win-win solution untuk menyelesaikan  persoalan atau perbedaan. Ingat, Anda dan pasangan adalah tim yang harus saling  mengulurkan tangan, dan bukan dua individu yang tengah berkompetisi.</p>
<p><strong>Kenanglah masa lalu<br />
</strong></p>
<p>Pasangan yang selalu ingat kenangan awal pertemuan dan hubungan mereka, jauh  akan lebih awet ketimbang pasangan yang lupa pada &#8217;sejarah&#8217; mereka. Tertawa  bersama mengenang saat-saat indah, lucu, atau pahit dulu, atau melihat koleksi  foto lama saat pacaran akan membuat Anda berdua merasa berbagi. Ini akan  membantu Anda memandang diri Anda berdua sebagai pasangan yang solid.</p>
<p><strong>Buat rencana masa depan<br />
</strong></p>
<p>Buatlah daftar apa-apa yang Anda rencanakan dalam lima, sepuluh, atau 15  tahun mendatang. Tulislah semua yang Anda inginkan, bahkan rencana-rencana yang  paling &#8216;aneh&#8217; sekalipun. Setelah itu, pilih satu rencana yang sudah bisa Anda  kerjakan mulai saat ini.</p>
<p><strong>Tunjukkan cinta setiap hari<br />
</strong></p>
<p>Perhatian dan cinta kasih merupakan pelumas suatu hubungan. Ciuman kecil,  belaian, pujian, bahkan secarik kertas berisi kata cinta di almari es akan  membantu Anda berdua semakin dekat.</p>
<p><strong>Hubungan adalah segalanya<br />
</strong></p>
<p>Cobalah letakkan kembali urusan dengan pasangan di tempat teratas. Buat  kesepakatan untuk selalu menyediakan waktu berdua, sejam sehari misalnya.  Bicarakan hal-hal manis yang Anda alami hari itu. Atau, berbaring berduaan di  sofa sambil menonton film kesukaan.</p>
<p><strong>Soal seks, yang penting kualitas<br />
</strong></p>
<p>Hentikan menghitung berapa kali Anda berhubungan mesra dengan pasangan.  Sebaliknya, pikirkan apa yang Anda lakukan di tempat tidur. Buat kesepakatan  dengan pasangan, misalnya mengatakan apa yang Anda dan pasangan sukai saat  berhubungan intim.</p>
<p><strong>Seimbangkan kerja dengan kehidupan pribadi<br />
</strong></p>
<p>Coba tanyakan pada diri sendiri, Anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk  bekerja? Jika pekerjaan sudah terlalu ikut campur dalam hubungan Anda dengan  pasangan, bisa jadi hidup hubungan Anda tak lebih seperti kehidupan di kantor.  Jadi, bagaimana bisa bahagia?</p>
<p><strong>Jangan terlalu kaku<br />
</strong></p>
<p>Pernikahan bisa jadi membosankan dan aneh jika dipenuhi aturan yang terlalu  kaku. Aturan ini mungkin memang penting beberapa waktu lalu. Tapi kini, bisa  jadi justru menghalangi Anda. Pasangan yang bahagia pasti akan selalu  beradaptasi, daripada tetap mempertahankan hal-hal yang tak lagi pas dilakukan.</p>
<p><strong>Jangan ingkar janji<br />
</strong></p>
<p>Jika Anda berjanji akan melakukan sesuatu, dan pasangan Anda sangat menunggu  itu, jangan pernah ingkar. Banyak perkawinan hancur karena salah satu pihak  merasa tak bisa lagi memercayai pasangannya. Padahal, kepercayaan adalah fondasi  perkawinan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=36&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/08/01/pernikahan-sesuai-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Punya Hobi ? Harus !</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/07/18/anak-punya-hobi-harus/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/07/18/anak-punya-hobi-harus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 12:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki hobi banyak keuntungannya, terutama bagi anak. Selain jadi sarana  ekspresi diri, juga sebagai alat pendidikan. Nah, jika Anda sudah siap dengan  gagasan mengembangkan/memupuk hobi anak, berikut langkah yang bisa diambil.
1. Beri contoh yang baik
Berdasarkan pengalaman, umumnya anak cenderung punya hobi karena melihat  kebiasaan yang ada di rumah atau dari hobi orangtuanya.
2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=33&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memiliki hobi banyak keuntungannya, terutama bagi anak. Selain jadi sarana  ekspresi diri, juga sebagai alat pendidikan. Nah, jika Anda sudah siap dengan  gagasan mengembangkan/memupuk hobi anak, berikut langkah yang bisa diambil.<span id="more-33"></span></p>
<p><strong>1. Beri contoh yang baik</strong></p>
<p>Berdasarkan pengalaman, umumnya anak cenderung punya hobi karena melihat  kebiasaan yang ada di rumah atau dari hobi orangtuanya.</p>
<p><strong>2. Siapkan ruang </strong></p>
<p>Anak membutuhan ruangan untuk melakukan kegiatan/hobinya. Sediakan ruang di  ujung ruang makan atau di garasi, misalnya. Usahakan tak ada yang mengganggu  gugat daerah itu sehingga anak bisa berkreasi dengan bebas.</p>
<p><strong>3. Luangkan waktu untuk membantu </strong></p>
<p>Tidak ada yang akan membunuh hobi anak selain padamnya antusisme dan rasa  frustrasi ketika anak tak bisa menyelesaikan karya atau kegiatannya. Jadi, bantu  dia. Dengan demikian, anak merasa didukung dan akan makin semangat menekuni  hobinya.</p>
<p><strong>4. Batasi jam menonton televisi </strong></p>
<p><strong></strong>Tak mungkin kan mengerjakan hobi sambil sekaligus main game di komputer atau  nonton televisi? Nah, daripada anak menghabiskan waktu di depan televisi atau  komputer, batasi jam menonton televisi, kemudian beri mereka aktivitas yang  lebih berguna.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=33&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/07/18/anak-punya-hobi-harus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Cara Pengairan Anthurium</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/07/18/tiga-cara-pengairan-anthurium/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/07/18/tiga-cara-pengairan-anthurium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 12:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman Hias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Anthurium yang kebutuhan airnya tercukupi, tidak kurang tetapi juga tidak  berlebihan, akan tumbuh optimal membentuk sosok seperti yang diharapkan. Namun,  sebagai tanaman yang menghendaki media tumbuhnya selalu lembab, hal yang  merepotkan adalah bila anthurium ini akan ditinggal pergi dalam waktu yang cukup  lama. Untuk itu, ada beberapa trik yang bisa dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=31&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anthurium yang kebutuhan airnya tercukupi, tidak kurang tetapi juga tidak  berlebihan, akan tumbuh optimal membentuk sosok seperti yang diharapkan. Namun,  sebagai tanaman yang menghendaki media tumbuhnya selalu lembab, hal yang  merepotkan adalah bila anthurium ini akan ditinggal pergi dalam waktu yang cukup  lama. Untuk itu, ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar kebutuhan air  anthurium tetap terpenuhi meski ditinggal bepergian dalam waktu relatif lama.<br />
<span id="more-31"></span><br />
Ketiga cara itu adalah:</p>
<p><strong>Pengairan Tetes<br />
</strong><br />
Cara pengairan tetes ini seperti infus pada pasien di rumah sakit, yaitu  diberikan ke media tanam setets demi setetes. Alat yang dibutuhkan adalah wadah  penampung air yang berlubang di bagian dasarnya, selang plastik dan pengatur  tetesan air atau regulator yang bisa dibeli di toko perlengkapan akuarium.<br />
Pasang ujung selang pada dasar penampungan air sedemikian rupa sehingga nantinya  air mengalir melalui selang tersebut, usahakan tidak terjadi kebocoran di  sekitar lubang. Ujung selang yang satu ditancapkan ke dalam media, sementara di  tengah-tengahnya dipasang regulator untuk mengatur tetesan air. Setelah itu  taruh penampungan air di tempat yang lebih tinggi dari pot sehingga air mengalir  turun melalui selang. Atur dengan regulator supaya air turun setetes demi  setetes sehingga media selalu dalam keadaan lembap.</p>
<p><strong>Pengairan Sumbu<br />
</strong><br />
Trik ini memanfaatkan prinsip kapilaritas, yakni naiknya air dari bagian bawah  ke atas melalui benda yang porous. Peralatannya hanya wadah atau bak air yang  lebih besar dari pot, sumbu kompor yang belum dipakai, dan bata merah. Jika pot  hanya memiliki satu lubang, masukkan ujung sumbu ke dalam media sampai tembus  1/3 bagian media tanam dan sisanya menjulur keluar. Jika pot memiliki dua  lubang, ujung sumbu masuk ke salah satu lubang dan keluar melalui lubang  lainnya.<br />
Sesudah itu, pot dimasukkan ke dalam wadah atau bak air yang telah diisi oleh  air sampai separuh kedalamannya. Supaya dasar pot tidak terendam air, taruh dan  ganjal dengan bata merah. Dengan cara ini air tidak akan naik melalui sumbu dan  melambapkan media tanam.</p>
<p><strong>Pot Ganda<br />
</strong><br />
Menjaga kelembapan media tanam dengan trik pot ganda adalah memasukkan pot  anthurium ke pot lain yang lebih besar tetapi ukurannya lebih pendek. Ruang  kosong di antara kedua pot tadi kemudian diisi moss atau pasir basah yang akan  menjaga kelembapan media tanam selama ditinggal pergi.</p>
<p>Tiga cara pengairan anthurium ini ditulis Hendra Tanjung &amp; Drs. Agus Andoko  dalam buku Mengenal &amp; Merawat Athurium Daun. Dalam buku tersebut, kedua penulis  ini juga membahas cara memperbanyak anthurium, pemilihan bibit, pemberian zat  aktif, mengatasi gangguan pada anthurium, dan menyilangakan anthurium.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=31&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/07/18/tiga-cara-pengairan-anthurium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bebaskan Cita-citanya</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/05/02/bebaskan-cita-citanya/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/05/02/bebaskan-cita-citanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 02:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Dokter, arsitek, insinyur, pegawai bank, ini adalah profesi yang kerap  diinginkan para orangtua dari anak-anaknya. Akhir-akhir ini tak sedikit pula  orangtua yang berharap anaknya terjun di dunia hiburan, entah sebagai penyanyi  atau pemain sinetron. Tapi pernahkah Anda sebagai orangtua mendengarkan apa  sebenarnya keinginan anak ?
Suatu hari Sutji mendapati putrinya, Talulla, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=30&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dokter, arsitek, insinyur, pegawai bank, ini adalah profesi yang kerap  diinginkan para orangtua dari anak-anaknya. Akhir-akhir ini tak sedikit pula  orangtua yang berharap anaknya terjun di dunia hiburan, entah sebagai penyanyi  atau pemain sinetron. Tapi pernahkah Anda sebagai orangtua mendengarkan apa  sebenarnya keinginan anak ?<span id="more-30"></span></p>
<p>Suatu hari Sutji mendapati putrinya, Talulla, yang kala itu berusia tiga tahun,  sedang mencorat-coret tembok rumah. Tapi bukannya marah Sutji justru membiarkan  putrinya meneruskan kegiatannya. &#8221; Hasil gambar Talulla sangat bagus,&#8221;  katanya.</p>
<p>Karena selalu mendapat dukungan dari kedua orangtuanya, Talulla (14) tumbuh  menjadi anak yang menonjol di bidang seni. Salah satu prestasinya adalah  memenangkan lomba puisi tentang lingkungan hidup saat ia duduk di kelas 3 SD dan  mengantarkannya bertemu Presiden RI dan berkesempatan menjadi Menteri Lingkungan  Hidup selama satu hari.</p>
<p>&#8221; Saya akui Talulla tidak menonjol di bidang matematika atau yang bersifat  ilmiah lainnya, tapi saya bangga dengan minat dan kemampuannya di bidang  seni,&#8221; kata Sutji. Saat ini Talulla kerap dimintai tolong teman-temannya  untuk mendesain kaos atau busana. Ia juga berencana untuk masuk ke jurusan seni  rupa setamatnya dari SMU nanti.</p>
<p><strong>Erosi Identitas</strong></p>
<p>Menurut psikolog remaja, Roslina Verauli, masa remaja merupakan masa sulit  karena mereka sedang dalam proses pembentukan jati diri namun di sisi lain  mereka berhadapan dengan norma dan nilai dari lingkungan di sekitarnya. &#8221;  Karena keterbatasan tersebut mereka merasa harus tampil sebagai orang lain.  Situasi ini disebut dengan erosi identitas diri,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Akibat dari erosi identitas diri tadi, banyak remaja yang kurang percaya diri  dan ragu akan dirinya sendiri. &#8221; Remaja yang punya potensi dan bakat  terpaksa harus menyembunyikan potensinya karena takut dicap berbeda oleh  lingkungannya,&#8221; kata Roslina.</p>
<p>Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan orangtua agar anak tumbuh menjadi pribadi  yang percaya diri dan berani mengekspresikan dirinya?</p>
<p>1. Berhentilah membanding-bandingkan anak dengan yang lain. &#8221; Membandingkan  boleh saja tapi dengan perilaku baik yang dilakukan anak itu sendiri,&#8221; kata  Roslina.</p>
<p>2. Stop mengkritik<br />
Daripada mengkritik hasil kreativitas anak, lebih baik dukung apa yang  dilakukannya.</p>
<p>3. Gali bakatnya<br />
Gali bakat mereka dengan mencoba-coba berbagai kegiatan. &#8221; Coba-coba boleh  saja asalkan dibarengi dengan disiplin. Jika kegiatan tersebut tidak ada  perkembangan atau prestasi, berarti anak memang tidak berbakat di bidang  itu,&#8221; imbuh Roslina.</p>
<p>4. Ciptakan cita-cita sendiri<br />
Bantu anak untuk melihat ada banyak profesi lain di dunia ini. Di akhir pekan,  daripada ke mall sesekali ajak anak mengunjungi museum atau kantor orangtuanya.</p>
<p>5. Ngobrol dengan anak<br />
Jadilah partner yang seimbang untuk anak dengan cara menciptakan komunikasi dua  arah. Sudah bukan jamannya lagi bersikap kaku dan otoriter dalam mendidik anak.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=30&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/05/02/bebaskan-cita-citanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Kiat Minta Maaf Pada Anak</title>
		<link>http://tikotea.wordpress.com/2008/05/02/9-kiat-minta-maaf-pada-anak/</link>
		<comments>http://tikotea.wordpress.com/2008/05/02/9-kiat-minta-maaf-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 02:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikotea.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi orangtua bukan berarti selalu benar dalam bersikap. Tak jarang,  orangtua juga melakukan kesalahan pada anak, sehingga membuat hubungan  terganggu. Inilah cara meminta maaf pada anak tanpa membuat Anda harus  kehilangan wibawa di depannya.
1. Mengaku bersalah
Sadari bahwa Anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah  salah satu faktor penting dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=29&subd=tikotea&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menjadi orangtua bukan berarti selalu benar dalam bersikap. Tak jarang,  orangtua juga melakukan kesalahan pada anak, sehingga membuat hubungan  terganggu. Inilah cara meminta maaf pada anak tanpa membuat Anda harus  kehilangan wibawa di depannya.<span id="more-29"></span></p>
<p><strong>1. Mengaku bersalah<br />
</strong>Sadari bahwa Anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah  salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan,  karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah  terus berlarut.</p>
<p><strong>2. Tulus<br />
</strong>Ketika meminta maaf, Anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui ketika  Anda membohonginya tentang hal ini.</p>
<p><strong>3. Tenang<br />
</strong>Meminta maaf dalam keadaan emosi akan percuma. Kalau Anda belum bisa  bersikap tenang, katakan padanya bahwa Anda butuh waktu untuk sendiri, sebelum  melanjutkan pembicaraan dengannya. Kemudian, pikirkan apa yang terjadi dan apa  penyebabnya agar pikiran jadi tenang.</p>
<p><strong>4. Tepat sasaran<br />
</strong>Katakan permintaan maaf Anda secara langsung dan dalam kalimat yang tidak  berbelit-belit. Ingat, yang dimintakan maaf adalah sikap Anda yang baru saja  terjadi, bukan kepribadian Anda. Misalnya, mintalah maaf atas kemarahan dan  ucapan Anda yang kasar, bukan atas kepribadian Anda yang emosional.</p>
<p><strong>5. Jangan menyalahkan<br />
</strong>Jangan balik menyalahkan anak hanya untuk membenarkan sikap Anda. Misalnya,  dengan mengatakan bahwa seandainya ia tidak malas, Anda tidak akan marah terus  padanya. Ini sama saja Anda tidak meminta maaf, melainkan justru menyalahkannya.</p>
<p><strong>6. Meminta maaf<br />
</strong>Mengatakan bahwa Anda bersalah dan bertanya apakah ia mau memaafkannya akan  mempermudah Anda mengungkapkan penyesalan, sekaligus membuat anak belajar  memahami cara memperbaiki hubungan.</p>
<p><strong>7. Evaluasi<br />
</strong>Bersama anak, lihat kembali bagaimana Anda bisa menyelesaikan masalah itu  dengan baik, dan sepakati cara yang akan dilakukan bila masalah yang sama  terjadi lagi nanti.</p>
<p><strong>8. Lupakan<br />
</strong>Bagaimanapun juga, Anda hanya seorang manusia, yang tentu tidak sempurna dan  bisa berbuat salah. Namun, jangan terus berkutat pada rasa bersalah Anda.  Setelah meminta maaf, lupakan masalah tersebut dan berusahalah untuk tidak  mengulanginya lagi, sama seperti ketika Anda memintanya tidak mengulang  kesalahan.</p>
<p><strong>9. Jangan berlebihan<br />
</strong>Berlebihan dan selalu meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele,  justru akan membuat Anda kehilangan wibawa. Mintalah maaf karena Anda memang  bersalah, bukan karena Anda berusaha menerapkan disiplin atau hukuman yang  terbilang wajar, atas kesalahannya</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikotea.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikotea.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikotea.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikotea.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikotea.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikotea.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikotea.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikotea.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikotea.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikotea.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikotea.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikotea.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikotea.wordpress.com&blog=2445727&post=29&subd=tikotea&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikotea.wordpress.com/2008/05/02/9-kiat-minta-maaf-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8ca06444ef636ee202c5c1678c18d0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikotea</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>