Arsip untuk Kategori ‘ Asosiasi-Korelasi ’
P value atau probabilitas dihitung adalah perkiraan probabilitas menolak hipotesis nol(H0) dari pertanyaan studi ketika hipotesis benar. Hipotesis nol biasanya merupakan hipotesis “ada perbedaan” misalnya tidak ada perbedaan antara tekanan darah dalam grup A dan grup B. Tentukan hipotesis null studi untuk setiap pertanyaan dengan jelas sebelum memulai studi Anda. Satu-satunya situasi di mana Anda [ BACA LEBIH LANJUT ]
Dalam statistika, koefisien korelasi produk-momen Pearson/Pearson Product-Moment Correlation Coefficient (kadang-kadang disebut sebagai PMCC, dan biasanya dilambangkan dengan r) adalah ukuran korelasi (linear) antara dua variabel X dan Y, memberi nilai secara inklusif antara 1 dan -1. Secara luas digunakan dalam ilmu pengetahuan sebagai ukuran kekuatan linear antara dua variabel. Pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton [ BACA LEBIH LANJUT ]
Korelasi yang paling banyak digunakan untuk dua variable ordinal atau variable ordinal dan variable interval adalah korelasi Spearman’s Rho. Download Gratis => klik di sini[ BACA LEBIH LANJUT ]
Koefisien korelasi dapat ditransformasikan kedalam bentuk z-score untuk kebutuhan dalam pengujian hipotesis. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus : Rumus diatas sering juga disebut Fisher’s z-score transformation of Pearson’s r. Contoh :Misalkan kita memilik r = 0,3 maka z-score adalah : Download file[ BACA LEBIH LANJUT ]
The 2*2 contingency table is one of the most commonly used ways to summarize categorical data. Let’s consider our Remedial Mathematical Program (RMP) example. Categorizing students by their performances on the examination (pass/fail) to two different instructions (CAI-Tutoring) can be summarized in the 2*2 table. The interest in the 2*2 table is in whether there [ BACA LEBIH LANJUT ]
Get every new post delivered to your Inbox.