Tanda-tanda fisik berupa kapan anak mulai duduk, merangkak, berdiri, atau jalan, tidak lagi dianggap sebagai indikator yang kuat mengenai potensi intelektual. Karakteristik mental merupakan pedoman yang lebih baik, walaupun tidak bisa diandalkan sepenuhnya karena anak bisa berubah mendadak. Anak-anak yang cerdas sama berbedanya satu dengan yang lain seperti golongan anak lainnya; ada yang lincah, bisa bergaul dengan siapa saja, dan sangat besahabat, ada lagi yang pemalu dan lebih suka menyendiri. Karena itu gunakanlah detil-detil di bawah ini dengan hati-hati, ini hanya dimaksudkan sebagai pedoman.
A. Pikiran yang lincah
Tanda yang jelas dari anak yang cerdas adalah kelincahan pikirannya yang bisa dijumpai dalam berbagai cara, terutama kesenangannya dengan kata-kata. Misalkan banyak diantara mereka yang sudah dapat membaca pada usia empat tahun, kemudian mereka melahap semua kata yang terlihat ! Anak-anak cerdas bisa memiliki ingatan yang efektif, secara menonjol lebih baik daripada anak-anak lain seumurnya, bahkan sejak masa bayi dan menjadi lebih jelas lagi pada tahun ketiga. Seorang anak empat tahun, misalnya bisa mengingat pikiniknya tahun lalu. Orang tua anak cerdas seringakali menyadari daya ingat yang menakjubkan dari balitanya. Bila mereka berminat, mereka bisa konsentrasi berjam-jam saat mereka masih sangat muda.
Banyak anak yang cerdas lahir dengan semangat bersaing yang besar. Mereka bisa bersaing dengan dirinya sendiri, selalu berusaha untuk melakukan lebih baik, atau bersaing dengan anak lain dalam arti “Apa yang bisa kau lakukan, aku dapat melakukan lebih baik”. Apakah balita Anda berusaha untuk berhasil berulang-ulang, menunjukkan ketekunannya sampai ia meraih keberhasilannya ?
Bahkan sejak balita, anak-anak yang cerdas biasanya sangat cepat menemukan perbedaan-perbedaan dan menangkap hubungan-hubungan yang tidak biasa antar gagasan. Namun balita masih belum banyak pengetahuan mengenai dunia dimana mereka tinggal, seperti yang ditunjukkan dalam pembicaraan berikut :
Balita : “Kita tidak bisa membangun rumah di atas bukit.”
Ibu : “Bisa saja, lihat rumah di atas bukit itu.”
Balita : “Bagaimana ubinnya bisa rata donk ?”
Ibu : “Yah bisa saja dengan menggali bukitnya atau membiarkannya menonjol seperti balkon.”
Balita : (Berusaha bertahan dalam pembicaraan) “Aku kira orang harus membangun rumah dengan benar, biarpun ubinnya jadi miring. Taruh saja di bukit. Di dalamnya orang bisa naik turun. Begitu lebih gampang.”
B. Kesadaran
Beberapa anak yang cerdas bisa menggunakan kesadarannya yang tinggi untuk mengumpulkan informasi dengan sangat cepat, kadang-kadang menangkap maksud anda sebelum anda selesai berbicara. Ada kalanya mereka mampu menangkap dua pembicaraan sekaligus. Ada kalanya anda terkejut waktu menemukan balita anda telah menangkap seluruh pembicaraan anda, sekaligus dapat meniru dengan tepat apa yang didengarnya di radio pada saat yang sama.
Kesadaran yang tinggi ini seringkali memungkinkan balita yang cerdas untuk membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang lain. Dalam hal ini mereka sangat pandai meniru perilaku orang lain dan sangat cepat belajar dari pengalaman. Sayangnya, hal ini bisa memberikan panampilan yang cukup matang sehingga memang sudah matang.
Seringkali terjadi anak-anak yang cerdas juga sangat peka. Kepekaan inilah yang memungkinkan anak tersebut menjadi sangat cemerlang, karena hal ini memungkinkannya menyerap berbagai informasi dan gagasan yang mungkin terlewatkan oleh anak yang tidak secerdas mereka. Namun kepekaan yang berlebihan bisa menyulitkan mereka bahkan dalam menerima kritikan biasa, karena mereka bisa memasukkan ke hati secara berlebihan dan menampilkan reaksi yang berlebihan pula.
Balita yang cerdas lebih responsif bila diberitahu secara lemah lembut daripada dihukum, dan mereka membutuhkan pujian sekurang-kurangnya sama banyak dengan anak lain.
C. Kemampuan untuk belajar
Kurang lebih pada usia 10 bulan, seorang bayi yang cerdas sudah pandai membawa diri, hampir seperti cara orang dewasa. Mereka bisa mendapatkan perhatian anda dan mempertahankannya bila mereka menghendakinya. Seorang anak usia setahun yang cerdas, misalnya bisa belajar bahwa ia bisa lebih mudah mendapatkan yang diinginkannya dengan cara tersenyum daripada menjerit-jerit atau menangis. Sehingga mereka akan menggunakan kata-kata yang baru sedikit mereka pelajari dan tersenyum untuk menyenangkan anda, seolah-olah mengerti bahwa hal ini membuat anda ingin tetap berada di dekatnya dan menikmati keberhasilannya.
Anak-anak yang cerdas memiliki nafsu yang besar untuk belajar sehingga bila diberi kesempatan, mereka akan segera menyambarnya. Setelah lebih besar, pengetahuan mereka menjadi lebih luas dan lebih dalam daripada anak-anak yang lain, sehingga, misalnya seorang anak cerdas yang berusia enam tahun bisa memiliki pengetahuan seperti yang dimiliki anak usia sembilan tahun. Bukan berarti ia makin lama makin pandai, kelihatannya saja begitu. Tetapi karena ia mengetahui lebih banyak. Orang tua mungkin heran darimana anak cerdas ini memperoleh pengetahuannya; mereka rupa-rupanya menyerap lebih banyak dari mana saja; televisi, buku, pembicaraan orang, dll.
D. Kemandirian
Balita yang cerdas memiliki keyakinan akan apa saja yang dilakukannya. Mereka seringkali merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan bangga akan keberhasilannya. Kadang-kadang mereka bahkan mendominasi orang tuanya, dengan jahil memikirkan akal bulus dan menikmatinya, seperti menyembunyikan sepatu ayah waktu ayah sudah mau pergi. Atau mereka ingin melebihi orang tuanya, menjadi lebih hebat.
(Buku “Cerdas dan Cemerlang”, Karangan Prof. Dr. Joan F dan Prof. Dr. Utami M )
29 November 2008 at 12:18 pm
apakah salah satu kecerdasan anak,bisa terlihat hanya dari kecakapan ia berbicara dan banyak bertanya?saya melihat ada beberapa anak yang aktif dan lebih agresif mempunyai kecerdasan yangleih betulkah?
29 November 2008 at 12:20 pm
apakah salah satu kecerdasan anak,bisa terlihat hanya dari kecakapan ia berbicara dan banyak bertanya?saya melihat ada beberapa anak yang aktif dan lebih agresif mempunyai kecerdasan yanglebih dari anak lain seusianya betulkah?
10 Desember 2008 at 2:54 pm
setiap anak memiliki kecerdasan yang unik, dalam arti ada yang cerdas dalam kemampuan verbal namun juga ada yang cerdas dalam kemampuan motorik. Banyak sekali konsep kecerdasan yang berkembang sekarang ini misalnya multiple intelegent. Maka tidak perlu khawatir bila anak anda misalnya hanya cerdas di satu bidang tidak di bidang lain.yang penting asah kepekaan kita mengenali bakat dan kemampuan anak. smoga bermanfaat
13 Desember 2008 at 12:40 pm
mba wulan yang sangat peduli…seperti telah saya tulis di sawungku…setiap anak memiliki kecerdasan yang unik, dalam arti ada yang cerdas dalam kemampuan verbal namun juga ada yang cerdas dalam kemampuan motorik. Banyak sekali konsep kecerdasan yang berkembang sekarang ini misalnya multiple intelegent, dimana kecerdasan memiliki banyak dimensi untuk menjelaskannya. Bisa dilihat dari berbagai kemampuan yang dimiliki anak. Maka tidak perlu khawatir bila anak anda misalnya cerdas di satu bidang tidak di bidang lain.yang penting asah kepekaan kita mengenali bakat dan kemampuan anak. Diikuti komitmen yang kuat untuk terus berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Terkadang kita sebagai orang tua dengan segala kesibukan cenderung bersikap peduli setelah melihat kemajuan yang dialami anak-anak lain. Kita sibuk berkubang dengan masalah kantor, karir dll. Setelah melihat anak kita tertinggal pada kemampuan tertentu baru kita panik. Maka tidak ada salahnya menjadi ibu, tante, teman yang peduli bagi malaikat kecil kita, tanpa terlalu menghitung kekurangannya tetapi sibuk optimis mencari kelebihannya dan bakatnya, disamping selalu memberi kehangatan dan kasih sayang yang nyaman dan aman. smoga bermanfaat